Senin, 20 September 2010
Heiliges Licht [my own story]
I will kill you…
If I meet you again….
--------------------------------------------------------
[Snowy room]
“ngh…” Snowy merengangkan otot – otot badannya dan bangkit dari tidurnya. “masih jam segini” gumamnya sambil melihat jam beker yang berada digenggamannya, jam menunjukkan pukul 06.30 pagi. Snowy bangkit dari tempat tidurnya dan mulai melakukan kegiatan yang biasa dia lakukan setiap bangun dari tidur. Dia berjalan ke beranda kamarnya, “pagi yang mendung kelihatannya akan hujan” kata Snowy pada dirinya sendiri. Dia merogoh kantong bajunya dan menggeluarkan sebuah foto…foto adik kembarnya, satu – satunya keluarga yang dia miliki. Orang tuanya sudah meninggal sejak dia berumur 3 tahun akibat sebuah “insiden” di tempat mereka bekerja. Dia mulai melamun sambil melihat foto adiknya tersebut.
Tiba – tiba seseorang memegang pundaknya dari belakang “Snow..” “gyaa!” teriak Snowy kaget. Dia langsung menoleh kebelakang “oh...Noir ternyata, ku kira setan” canda Snowy. “hahaha aku sudah memanggilmu dari tadi tapi kau tidak membuka pintu, jadi aku masuk saja, lagian pintunya tidak terkunci” jelas Noir. Snowy menggaruk – garuk kepalanya sambil tersenyum “maaf. Ada apa kau kemari?”. “tidak apa – apa, Cuma mau mengucapkan salam ke anggota baru. Siapa itu?” Noir menunjuk foto yang sedang dipegang Snowy. “oh, ini adik kembarku. Adikku satu – satunya tapi dia sudah meninggal…dibunuh” Jawab Snowy sambil tersenyum sedih. “oh” kata Noir yang tidak ingin membuat Snowy mengingat kenangan buruknya.
Snowy melangkah masuk ke kamarnya, lalu membalik badannya kea rah Noir “ayo masuk, akan kubuat kan teh” ajak Snowy. Noir hanya mengangkat bahunya dan mengikuti perkataan Snowy
Snowy menuangkan teh ke cangkir dan memberikannya ke Noir, Noir hanya memandang teh yang berada di dalam cangkir yang diberikan Snowy. Mereka hanya duduk sambil menikmati teh masing – masing tanpa berkata apa pun. Snowy yang tidak suka dengan kesunyian pun mulai membuka mulutnya “orang tua ku sudah meninggal sejak aku berumur 3 tahun” Noir hanya memandang Snowy dengan alis terangkat sebelah. Snowy pun melanjutkan perkataannya “mereka meninggal dalam sebuah “insiden”, aku tidak tahu apa itu” kata Snowy sambil mengangkat bahunya, Noir hanya diam saja. “lalu, aku dan adikku dititipkan di panti asuhan, panti asuhan yang kecil, tapi aku sangat suka, karena semua orang yang berada disana sangat ramah. Aku sangat senang bisa tinggal disana, tempatnya begitu damai, semua orang yang berada di panti asuhan itu sudah ku anggap sebagai keluarga ku sendiri” Noir tetap diam tidak berkata apa – apa
“tapi….”. “tapi apa?” akhirnya Noir membuka mulutnya, Snowy mengangkat wajahnya dan melihat kearah Noir. “mereka semua dibunuh…termasuk adikku, Cuma aku yang selamat” Noir kaget mendengarnya tapi dia tidak berkata – kata apa lagi, dia menunggu Snowy melanjutkan ceritanya. “4 tahun yang lalu, saat itu aku pergi keluar sebentar, adikku ku tinggal dipanti asuhan, aku menyesal tidak membawanya bersama ku, andai saja waktu itu aku membawa nya, mungkin dia masih hidup dan masih bersama ku sampai sekarang. Ketika aku kembali ke panti, yang ku lihat hanya penghuni panti yang tidak bernyawa dan berlumuran darah. Mereka semua dibunuh oleh seseorang..” Snowy menundukkan kepalanya lagi dan mengenggam cangkir yang ditangannya dengan kuat. “oleh siapa? Kau tahu siapa pembunuhnya?” Snowy masih menundukkan kepala nya dan mengangguk “aku melihatnya hanya sekilas, tapi bayangannya masih berbekas diingatan ku. Pembunuhnya wanita, berambut putih seperti salju dan memiliki sepasang bola mata yang berwarna sama seperti rambutku” Noir hanya kaget mendengar nya. “aku tidak tahu kenapa dia juga tidak membunuhku. Padahal dia melihatku, dia hanya tersenyum lebar kepada ku.” Snowy mengangkat wajahnya “itu saja yang kuingat, setelah itu aku jatuh pingsan, begitu tersadar aku sudah berada dirumah warga sekitar” “aku tidak ingat apa – apa setelah itu” sambung Snowy karena Noir tetap bungkam.
Noir menyipitkan matanya, keningnya mengerut, dia kelihatannya sedang berpikir. “kau sedang memikirkan apa?” Tanya Snowy heran. “ah, tidak, bukan apa – apa. Lalu, apakah kau dendam dengan wanita itu? Dia kan membunuh adikmu”. Snowy diam sejenak lalu mulai membuka mulutnya lagi “….tentu saja aku dendam. Jika aku bertemu dengannya lagi, aku akan membunuhnya” ucap Snowy dengan nada datar dan dingin, Noir hanya diam saja, ini pertama kalinya dia melihat Snowy kelihatan menyeramkan seperti itu. “tapi aku pasti akan mati duluan dibunuhnya, aku kan tidak bisa bertarung” kata Snowy sambil tertawa hambar. “ah, benar juga, kau pasti akan mati konyol” gurau Noir, Snowy hanya tertawa mendengarnya.
Noir bangkit dari kursinya dan memandang keluar jendela, cerah. “sebenarnya aku kesini ingin mengajakmu keliling markas dan mengenalkan mu ke anggota kelompok lain. Bagaimana kalau kita keliling sejenak?” ajak Noir sambil mengedipkan sebelah matanya
“oh Noir…jangan mengedipkan mata mu kepada ku, kesannya kelihatan kau sedang menggodaku” Snowy menggelengkan kepalanya sambil tertawa, Noir hanya tertawa mendengarnya. “baiklah, lagian hari ini aku tidak sibuk” Snowy menganggukan kepalanya dan bangkit dari kursinya, dia mengambil foto adiknya dan memasukkannya kembali ke kantong bajunya. Mereka pun melangkah keluar kamar Snowy.
[Markas Heiliges Licht]
Sesampainya di Heiliges Licht, mereka disambut oleh Rose “Selamat pagi Snowy dan Noir” sapa nya dengan senyum memukau andalannya “Tumben kalian datang berdua” sambung Rose sambil melihat ke arah Snowy dan Noir bergantian “dan tumben kau bangun pagi sekali, Noir” sambung Rose. “ahaha Nona Rose jangan mengejek ku. Aku selalu bangun pagi hanya saja aku selalu malas untuk bangkit dari ranjang. Dan aku ingin mengajak Snowy keliling disini dan memperkenalkan dia kepada kelompok lain” jawab Noir. “oh” Rose hanya ber- oh ria. “baiklah, selamat menikmati kencan kalian berdua, aku punya beberapa urusan sedikit jadi tidak bisa menemani” kata Rose sambil tertawa dan pergi meninggalkan mereka berdua, Noir dan Snowy hanya sweatdrop.
Mereka pun mulai mengitari Heiliges, Noir mengenalkan Snowy ke semua orang yang ada di Heiliges, akhirnya setelah capek berputar – putar di Heiliges, mereka pun istirahat di taman dekat Heiliges. Noir memberikan makan siang Snowy –sebuah Hotdog dan Cola- Noir pun duduk dan mulai menyantap makan siangnya. “Terima kasih” kata Snowy, Noir hanya menganguk dan masih melahap makan siangnya serta meminum Cola nya. Snowy melihat Hotdognya dan mulai menyantapnya perlahan karena masih agak panas “um..Noir, kau dan Neige kan saudara, tapi aku tidak melihat kemiripan diantara kalian” Noir hanya diam dan masih menyantap makanannya, dia kelihatannya sangat lapar. Dia mengangkat sebelah tangannya yang menunjukkan agar Snowy menunggu sebentar, dia memasukkan semua Hotdognya –yang tinggal setengah- dan mengunyahnya dengan cepat lalu memukul – mukul dadanya pelan. Snowy hanya diam saja melihat tingkahnya “gak kusangka dia rakus” dia hanya melihat Noir yang meminum Cola nya dengan cepat. “fuh…akhirnya selesai juga” kata Noir sambil tersenyum “kau…tidak perlu buru – buru seperti itu”. “tidak apa – apa, aku tidak suka membuat lawan bicara ku menunggu, jadi apa yang kau Tanya kan tadi?” . “tentang kau dan Neige yang tidak mirip” Noir mengangguk – angguk “kau ingin tahu?” Snowy mengangguk sambil memakan Hotdognya. “itu sebenarnya…”
Belum sempat Noir menyelesaikan perkataannya, Neige sudah memotong terlebih dahulu “sedang apa kau disini?” Tanya Neige dari belakang Noir. Noir kaget mendengarnya dan langsung membalikkan badannya “oh Neige…tolong jangan membuatku kaget” kata Noir sambil mengelus – elus dadanya “kau bisa membuatku terkena sakit jantung” sambungnya. “kau sedang apa bermalas – malasan disini?” Tanya Neige tanpa mempedulikan perkataan Noir tadi. “makan siang” Jawab Noir singkat “kau sudah makan siang? Mau ku belikan?” tawarnya. Tanpa disadari perut Neige berbunyi pelan, Noir yang menyadari hal itu segera pergi ketempat penjual fastfood terdekat. Neige pun duduk di tempat Noir duduk tadi –didekat Snowy- dia hanya diam dan melihat ke arah lain, berusaha untuk tidak berpandangan dengan Snowy.
“kau tidak suka aku masuk ke Rotes Blut ya?” Tanya Snowy tiba – tiba memecahkan keheningan. Neige kaget mendengar kata – kata itu keluar dari mulut Snowy, mau tidak mau dia harus memandang kea rah Snowy. “kau …benci padaku?” Tanya Snowy “kenapa?” Tanya nya lagi. Neige hanya diam dan menundukkan kepalanya.
Neige masih menundukkan kepalanya, sedangkan Snowy menatapnya dengan sedih. Akhirnya Neige membuka mulutnya yang dari tadi tertutup rapat “aku….”
Heiliges Licht [my own story]
Yang tidak pantas untuk hidup….
----------------------------------------------------------------------------
Chapter 1 : 'Snow'
“hah…hah…aku…tidak boleh mati…” kata seorang pemuda berambut merah crimson sambil terus berlari dan melihat ke arah belakangnya. Tanpa sadar pemuda itu menabrak pohon yang ada didepannya dengan keras, dia pun terduduk kesakitan. “sialan…” gumamnya sambil mengelus kepalanya. “wah...akhirnya buruan ku terkejar juga” ujar seorang wanita yang wajahnya tidak tampak karena tertutup oleh rambutnya “kau tidak bisa lari sekarang” sambungnya. Pemuda tersebut menoleh kebelakangnya, dia terlihat pasrah, wanita didepannya pun tersenyum lebar melihatnya dan mulai mengayunkan kapak nya. “tamat lah riwayatku” kata pemuda itu didalam hatinya sambil menutup matanya rapat – rapat.
Doorr!!
“Aku pasti sudah mati sekarang” kata pemuda berambut crimson sambil masih menutup matanya erat. “eh…tapi…” ujarnya lagi seakan sadar akan sesuatu. Dia mengangkat wajahnya dan mendapati seorang pria tersenyum ramah didepannya dan seorang wanita membelakangi pria tersebut. “kau tidak apa – apa?” ucap pria berambut abu - abu didepannya untuk memastikan bahwa dia tidak apa – apa. “eh..aku…aku baik – baik saja” jawabnya dengan wajah yang terlihat bingung. “baguslah” kata pria itu dengan nada yang kelihatan lega. Dia berdiri dan menyimpan pistol miliknya. Wajahnya terlihat serius kali ini, dia membalik badannya dan berbisik ke wanita yang kelihatannya seperti temannya.
Wanita itu melirik sekilas kebelakang dan mengangguk. Pria itu pun berbalik lagi ke arah pemuda crimson, pria itu tersenyum lagi “kau bisa berdiri? Sebaiknya kita pergi dari sini sekarang sebelum temannya datang” ucapnya sambil menunjuk kebelakang “ba-baiklah” ucap pemuda crimson itu lalu mereka pun pergi meninggalkan hutan itu.
[Markas Heiliges Licht - Perpustakaan]
“Kami pulang” ucap wanita yang sepertinya adalah partner si pria yang tadi menolong pemuda crimson. “akhirnya kalian pulang juga. Lama sekali. Siapa itu?” kata wanita manis yang kelihatannya sangat anggun, dia pun menghampiri si pemuda crimson. “a-aku Snowy, Snowy Himmel” ucap Snowy yang kelihatannya malu – malu. “Nama yang bagus” kata wanita itu “nama ku Rose Veilchen, panggil saja Rose” sambungnya sambil mengenggam tangan Snowy dan sambil tersenyum ke Snowy. “ma-manisnya…” ucap Snowy dalam hati dengan pipi memerah
“Mari ku kenalkan ke anggota kelompokku yang lain” kata Rose lagi dengan senyum yang dapat membuat pria mana saja meleleh, dia menarik tangan Snowy. “Nah, lelaki yang menolongmu tadi namanya Noir Stutzer” Noir yang duduk di atas rak buku menoleh ke arah Rose dan melambaikkan tangannya, Snowy hanya mengangguk – angguk. “Kalau yang itu…” kata Rose sambil menunjuk ke lantai dua perpustakaan, Snowy mengikuti arah tunjukkan Rose “Klar Zentrum” Klar yang sedang membaca buku hanya menoleh sekilas ke arah Snowy “dia kelihatan dingin..” ucap Snowy didalam hatinya. “Tenang saja, walaupun dia kelihatan dingin, sebenaranya dia orang yang paling baik kok di grup ini” kata Rose seolah bisa membaca pikiran Snowy. “Nah…kalau cewek manis yang disana adalah Neige Stutzer” Rose menunjuk ke arah wanita berambut hitam kecoklatan yang sedang duduk di dekat rak yang diduduki Noir. “eh? Neige Stutzer?” tanya Snowy “oh…dia “adik” Noir.” Kata Rose sambil berjalan ke arah meja Neige dan menarik tangan Snowy agar ia mengikuti Rose. Snowy pun mau tidak mau harus mengikuti Rose.
“Neige-chan” panggil Rose, Neige yang sedang asik membaca buku pun terpaksa mengalihkan perhatiannya dari buku ke Rose atau tidak dia bakal dihajar. “Ng?” jawab Neige malas, dia melihat kearah Rose dan Snowy. “kau..” kata Neige dengan suara pelan, dia kelihatan terkejut melihat Snowy. “eh?” Snowy bingung melihat Neige yang sepertinya sudah mengenalnya. “Dia manis, kan?” tanya Rose sambil tersenyum “eh?” kata Snowy lagi – lagi bingung “Neige, dia manis, kan?” ulang Rose. Snowy menatap mata Neige lekat – lekat “merah crimson….sepertinya familiar” ucap Snowy di hatinya. “hahaha…nona Rose mulai lagi menjodohkan Neige dengan lelaki lain. Itu sia sia saja nona, karena Neige hanya tertarik pada wanita” gurau Noir yang tiba – tiba saja sudah berdiri didepan Rose dan Snowy, membelakangi Neige.
Sebuah tendangan pun melayang ke kepala Noir “enak saja. Aku bukan Lesbi bodoh” kata Neige membantah perkataan Noir. “Aku kan Cuma bercanda….mencairkan suasana yang tegang ini” ucap Noir sambil mencibir “Bercanda apanya?! Kau selalu mengatakan kalau aku tertarik dengan wanita” ucap Neige kesal “Kalian berisik sekali!” sebuah pukulan keras melayang ke kepala Neige dan Noir. “kalian itu ‘saudara’ kan? Jangan bertengkar terus” ujar Klar yang entah sejak kapan sudah berada di dekat mereka “ ‘saudara’ itu seharusnya saling menghormati bukan begini, tiap hari kerjanya bertengkar terus………………” nasihat Klar panjang lebar, Noir dan Neige hanya diam tidak bisa melakukan apa – apa. Sedangkan Snowy dan Rose ber-sweatdrop ria melihat mereka bertiga.
3 jam kemudian……
Rose dan Snowy duduk sambil melihat Klar yang masih menceramahi Noir dan Neige. Snowy mengalihkan perhatiannya “apakah mereka selalu begitu?” Tanya nya ke Rose, Rose pun mengalihkan pandangannya ke Snowy “mereka bertiga?” Snowy hanya menganguk “ya begitu lah, Noir dan Neige selalu bertengkar walaupun mereka ‘saudara’ tapi Noir hanya bercanda kok” jawabnya sambil tertawa kecil “kalau Klar…dia juga selalu begitu, seperti seorang ibu – ibu” kekeh Rose, Snowy pun ikut tertawa mendengar nya. “um..apa maksudmu dengan ‘saudara’?” Tanya Snowy lagi, tapi kali ini Rose tidak menjawab pertanyaan Snowy, dia hanya tersenyum. Snowy pun makin bingung apa maksud Rose
“ah…sepertinya ceramah ibu kita sudah selesai” gurau Rose yang mengalihkan topic pembicaraannya dengan Snowy. Snowy mengikuti arah pandang Rose “Nona Rose, aku bukan ibu – ibu” bantah Klar yang berjalan mendekati Rose dan Snowy, diikuti oleh Neige dan Noir. “Tapi kau selalu bersikap seperti ibu – ibu” gurau Rose lagi, Klar hanya bisa menghela napas nya. Snowy pun berdiri dari kursinya “Namaku Snowy Himmel, salam kenal” ucapnya lalu membungkuk –cara memberi hormat orang jepang- ke Klar “tidak usah terlalu formal begitu, ku kenal kan lagi ini Nona Rose, Noir dan anggota kita yang paling muda, Neige” Klar mengenalkan teman – temannya lagi ke Snowy, Snowy melihat kea rah Neige lalu mendekatinya.
“Namamu Neige kan? Dalam bahasa Perancis itu artinya Salju loh, sama dengan nama ku, warna mata mu dan warna rambutku juga sama, kita punya banyak kesamaan, mudah – mudahan kita bisa berteman” ucap Snowy girang sambil tersenyum ceria lalu memberikan tangan nya ke Neige –mau berjabat tangan- tapi….”Jangan sok akrab denganku” kata Neige dingin. “Kau kira karena kita memiliki beberapa persamaan kita bisa akrab?” tambah Neige sambil menepis tangan Snowy. Rose, Klar dan Noir kaget melihat sikap Neige yang tidak biasa, ini pertama kalinya Neige bersikap seperti itu ke orang lain, Snowy pun kaget dengan sikap Neige, dia pun menarik uluran tangannya. “ma-maaf..” kata snowy lalu dia tersenyum lagi “aku kira kita bisa akrab karena punya kesamaan, ternyata tidak, bodohnya aku” kata Snowy lagi sambil tersenyum pahit.
Neige pun merasa bersalah sudah menepis tangan Snowy tiba – tiba “maaf….” Katanya sambil menundukkan kepalanya. “eh? Tidak apa – apa kok, aku juga salah karena tiba – tiba sok akrab begitu” celoteh Snowy sambil menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya Neige juga ingin akrab dengan Snowy…. Tapi dia takut…
Suasana perpustakaan pun jadi dingin, tidak ada satu pun yang membuka mulut untuk beberapa menit. “hei…kau mau bergabung dengan kami?” kata Noir tiba – tiba. “aku?” Tanya Snowy tidak yakin. “ya, kau. Siapa lagi orang baru yang ada disini?” ucap Noir sambil memutarkan kedua bola matanya. “ah..boleh juga idemu Noir, kita kan masih butuh anggota di kelompok kita” angguk Rose. “maaf, aku tidak mengerti dengan maksud kalian” ucap Snowy sambil menggelengkan kepalanya. “Jadi begini” kata Karl lalu menghidupkan rokoknya. “kami ini bekerja di Heiliges Licht, tempat orang – orang berkumpul untuk membasmi para Shinigami dan sejenisnya. Heiliges Licht punya banyak kelompok, tiap kelompok terdiri dari 6 orang. Kelompok kami membutuhkan 2 orang lain, bagaimana kalau kau ikut bergabung dengan kelompok kami? Kami akan sangat senang jika kau ikut bergabung” jelas Karl, Neige hanya berdiri membatu mendengar kata – kata temannya “oh tidak…” katanya didalam hati sambil menggelengkan kepalanya. Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Snowy mengganguk dan menerima tawaran mereka “baiklah, kelihatannya menarik, aku ikut. Tapi aku tidak punya kemampuan bertarung” “tidak apa – apa, aku bisa mengajarimu beberapa teknik bertarung” kata Noir santai.
“Baiklah, selamat bergabung di Heiliges Licht, dikelompok Rotes Blut, Snowy” kata Rose sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangannya ke Snowy, semua anggota kelompok ikut tersenyum, kecuali Neige…
Selasa, 22 Juni 2010
Sabtu, 19 Juni 2010
My fav anime
I will say that out loud if you ask what my fav anime.
Pandora Hearts is a series full of interesting characters, good looking guys and plot twists. The plot twists make this series unpredictable and exciting to watch. The creators did a very good job in keeping the audience in suspense and subtly revealing the truth behind the Tragedy of Sabrie. However, sadly, even at the very last episode, the whole truth is not revealed.

So now, the question remains whether there will be a second season or not. The last episode gave no clues at all and I can only hope and pray hard that there will be.
Story : 9/10 Great
The story is very good. Even the mangaka borrowed some element's from Alice in Wonderland and Through Looking glasses personally I love the story because it's filled with fantasy, humor and mystery.
Character : 9/10 Great
I really love Pandora Heart's character. My favourit character is :
Elliot Nightray ♥ (He is so cool even he look short-tempered >.<)

Alice (She is glutton girl. love meat so much)

Oz Vessalius (The main Character from Pandora Heart's. he is so cute ♥)
__THISRES__275946.jpg)
Ada Vessalius

Xerxes Break (He is funny guy. but he have a bad past)

Animation : 8/10 Good
In general the animation is pretty good. at first episode, the animation is bad and getting better slowly in every episode.
Music : 9/10 Great
I love the music! especially 'Lacie'. the music from pocket watch that composed by glen. I love Parallel Hearts and Everytime you kissed me too.
Overall : 9/10 Great
The interesting plot, great cast of characters and exciting twists more than make up for the poor animation quality.
Senin, 24 Mei 2010
hmm...
hahaha, I'm busy recently *lying* ^^
well.... what should I write in this blog anyway?
hmm... I dont have any idea....
okay, I think today I'll write diary ^^ sorry if this not interested.
well, recently I'm scared about something....
It's not ghost or animal or etc..
I'm scared forget my friend...
lately.... I can forget something so quick...
sometimes, when I wake up from my sleep, I forgot what activity I already do in yesterday. and now, I forgot my friend's from junior high school.
and before I forget that, I got heavy headache. that headache make me can't move. I was afraid that was serious disease. but, I'm too lazy to check it in doctor. because, before I ever check it, and the doctor said that's only migrain.
if that only migrain, why my head so hurt?
after that, I really really lazy to go to doctor.
well... if I forgot all of my friend's can you make me remember my friend's?
I will be very happy if you want to do that...
Minggu, 09 Mei 2010
Forbidden Play
in this room untouched by the passing seasons.
You told me,
"Don't cry."
And yet, you left me by myself.
The butterflies born on nights with a clear moon
will spread their wet wings and dance a waltz, wont' they?
I wonder, where are you?
You can keep on wandering in vain, little lambs.
The light of forgiveness won't save anything.
I told you,
"Don't go."
And yet, you left by yourself.
I rest my forehead against the cold glass of the window
and wait for your visit, my beloved.
Yes, I'll be waiting...
I don't want to forget. I want to forget.
All I want is to keep on sleeping in peace...
Someone tell me the reason why I was born.
Only your memory flashes across my wet eyelids.
I wonder, who am I?
Tell me, who am I?
Minggu, 02 Mei 2010
Tips - tips aman facebook
Semakin canggihnya dunia teknologi, semakin banyak pula jejaring sosial bermunculan salah satunya adalah Facebook, jejaring sosial yang sangat populer pada saat ini. Facebook muncul pada tahun 2007 dan menggeliat di awal tahun 2009 dengan member sampai ratusan juta orang dari seluruh belahan dunia. Mulai dari anak sekolah, ibu rumah tangga, pedagang, pengusaha, sampai menteri dan presiden juga menggunakan jejaring sosial ini.
Namun, dunia internet merupakan dunia yang seakan tanpa batas, tidak ada sekat yang menghalang dan aturan yang kaku mengekang, segala jenis praktek penipuan (hitam dan putih) tumpah ruah meski tidak sedikit kejujuran, arena dakwah dan peluang bisnis ada disana.
Apakah account facebook anda sudah aman? Berikut, adalah beberapa tips agar account facebook anda aman :
- Hindari mempublikasi data pribadi anda seperti alamat email anda.
- Batasi hak akses anda. Sebaiknya konfigurasi setting anda agar hanya orang – orang yang anda percaya yang dapat melihat data anda.
- Jangan menggunakan alamat email gratisan.
- Anda harus berhati – hati terhadap link yang diberikan oleh teman anda. Kadang link yang diberikan dapat berisi virus.
- Waspada terhadap orang yang tidak kita ketahui dengan jelas dan tetap berpegangan dengan etika berinternet.
- Sebaiknya computer anda memiliki anti virus, spyware dan firewall.
Sabtu, 01 Mei 2010
The History about FIFA World Cup
Amsterdam, the FIFA congress is decided that the tournament
can be followed by all members of FIFA should be conducted. One year
later in Barcelona, it was decided that Uruguay, the Olympic champion and
in the golden era, will host the first World Cup
as well as to commemorate their 100th independence a year earlier.
Only 13 countries that follow this tournament, with the majority originating
from South America that represented nine countries. Montevideo became
only city organizers by providing three stadiums. And
as expected, the countries of South America
dominate this tournament, although the appearance of the European teams can't say that embarrassing. 100 000 spectators packed the Estadio Centenario
to watch the final match on July 30 to become
witness how to throw advantage of Argentina 2-1 for the first
then lost 4-2 to Uruguay. Jules Rimes, President of FIFA at the same time
originator of the World Cup, the team handed over to Captain Jose tropy Nazassi
and born the biggest tournament in football.and, in consequence of this FIFA World Cup, was born great players like David Beckham, Kaka, Ronaldo and other's